Selasa, 31 Oktober 2017

Tante Yang Kuperkosa Tanpa Ampun ♥


NEGARAQQ - Sebagai laki-laki normal siapa saja yg melihat Tante Linda pasti akan terpesona, tdk terkecuali aku. Suatu sore ketika Tante Linda sedang mandi, aku memberanikan diri untuk mengintip lewat lubang kunci. Aku melihat dgn jelas tubuh polos dirinya. aku melihat “melon” nya yg besar, indah yg sangat mantap jika kunikmati batinku. kulihat puting mungilnya yg bewarna kecoklatan, lembahnya yg ditutupi oleh “rerumputan kecil”. Secara tdk sadar “Pisang Ambonku membesar”.

Ketika, Tante Linda hendak keluar dar kamar mandi aku segera meninggalkan kamar mandi dan duduk disofa ruang santai. Masih terlintas bayangan tubuh polos Tante Linda tadi. Aku lihat Tante Linda menuju kamarnya hanya dgn berbalut handuk. Kulihat pantatnya yg sekal dan ingin sekali kumeremasnya. Selang 20 menit kemudian Tante Linda keluar dari kamarnya dan mengenakan Kemeja Putih ketat selaras dgn rok hitam yg ketat pula.

“Benny, jaga rumah dulu y…? Tante mau pergi meeting sebentar dgn karyawan tante. Pulangnya sekitar jam 9 malam. ” katanya.
“Oke, Tante” kataku.

Lalu tante segera menuju garasi dan segera menyalakan mobilnya. Setelah tante pergi aku iseng kekamarnya. Aku, masuk kekamarnya yg tdk terkunci itu. Aku kagum melihat keartistikan kamarnya. Aku segera membuka lemari pakaiannya. Dilemarinya kutemukan 2 buah vibrator miliknya. Aku pun maklum karena Tante Linda sudah janda selama 2 thn. Aku segera mencari benda yg kuinginkan.

Tak lama kemudian aku menemukan CD warna pink miliknya beserta Bra pink miliknya yg besar. Branya saja besar apalagi dlmnya, kataku dlm hati. Ukuran Branya kira-kira 36 B. Aku segera mengambil kedua barang itu lalu bergegas menuju kamarku.

Aku segera menciumi dan menjilati BHnya, seolah-olah aku menciumi dan menjilati payudaranya yg montok. Setelah puas menciumi dan menjilati branya, aku segera mempermainkan celana dalam sexy miliknya. Aku raba-raba dan kujilati celana dalamnya seolah-olah aku sedang meraba dan menjilati Meqinya. Kemaluanku semakin mengeras dan tdk sanggup lagi menahan magma yg akan keluar. Aku segera mengeluarkan K0ntolku dan segera mengocoknya. Tdk lama kemudian aku arahkan k0ntolku di CD, lalu keluarlah sperma kentalku membasahi CD pink miliknya.

“Oh…… yeeessss…. ” jeritku kepuasan beronani dgn CD nya.
Akupun segera bergegas untuk mandi.

Jam menunjukkan pukul 19. 10. Tak lama kemudian terdengar mesin Mercy S Class milik Tante Linda. Lalu Tante Linda membuka pintu depan.

“Lagi nonton apaan Ben…?” katanya mengkagetkanku
“Lagi nonton Sketsa Tan” kataku.
“Oyaa…, nich ada oleh-oleh kue buat kamu” katanya
“Terima kasih Tan” jawabku.

Aku segera memakan kue yg diberikan tante, seraya menyaksikan tante berjalan menuju kamarnya. Tak begitu lama tante keluar dgn setelan dress warna ungu, dgn belahan dada yg sedikit terbuka.

“Kamu sudah makan, Ben…?” katanya
“Sudah tan” jawabku
“Kalau begitu tante makan dulu y. ” katanya lagi
“Oke tan” jawabku

15 menit kemudian Tante Linda selesai makan dan segera bergabung denagnku menonton kelucuan Sketsa. Tante duduk disebelahku, sesekali aku mencuri pandang kepayudaranya yg besar itu. Jantungku berdegum kencang menyaksikan payudaranya montok terbungkus dress warna ungu. Seolah-olah dress warna ungu yg dikenakannya tdk sanggup menahan dadanya yg montok itu.

Jam menunjukkan pukul 21. 30.

“Ben, tante tidur dulu y. ” katanya
“Y” jawabku singkat.
Pukul 24.00, aku bergegas untuk pergi tidur.

Keesokan harinya pukul 07. 00 aku bangun dari ranjangku dan segera bergegas menuju kamar mandi. Aku lihat Tante Linda sudah siap untuk kekantor. Aku segera masuk kekamar mandi. Ketika sedang asyik mandi, Tante Linda mengetuk pintu kamar mandi,
“Tante berangkat dulu y…” katanya

“Y, tante” jawabkuku.
5 menit kemudian aku keluar kekamar mandi dan bergegas menuju kamar untuk berpakaian. Tdk lama kemudian aku sudah rapi dan siap berangkat kekampus. Aku segera menuju garasi, lalu kunyalakan motor Ninja 250cc milikku.

Seusai kuliah usai aku segera menemui ke 4 temanku yg juga memiliki maniak sex. Kami berlima segera merencanakan untuk mengerjai Tante Linda.

Hari yg direncanakan pun tiba. Kami berlima menunggu Tante Linda dipersimpangan jalan dekat kantornya. Pukul 18. 00 yg ditunggu akhirnya keluar dari kantor. Kami segera mengikuti Tante Linda dari belakang. Didlm mobil, aku menumpahkan banyak cairan Chlorofom untuk membius Tante Linda. Akhirnya Tante Linda sampai dirumahnya.

Aku melihat keadaan disekitarku, keadaan jalan komplk perumaha sepi. Segera aku turun dari mobil, lalu menyekap hidung tante dari belakang dgn menggunakan sputangan yg sudah diberi Chlorofom. Tante sempat meronta-ronta, tp tangan kananku mencengkram kuat tubuhnya. Tdk berapa lama kemudian tante pun tertidur.

Aku segera menggendong tubuhnya dan segera berlari menuju mobil. Hendra segera memembukakan pintu mobil untukku. Sementara itu, Kevin segera memasukkan Mercy S Class tante kedlm garasi. Setelah Kevin selesai, kami segera meninggalkan tempat itu dan segera menuju tempatyg sudah kami rencanakan sebelumnya. Setelah didlm mobil, aku segera melepasan topeng yg aku kenakan..

“Kamu, gila juga y Ben. Tante sendiri mau ditiduri” kata Kevin kepadaku.
“Tante, kamu sexy juga y…?” kata Hendra yg duduk disebelah Tante seraya meremas-remas dadanya.
“Eh, Vin kamu bawa handicamkan…?” kataku kepada Kevin yg duduk dibelakang.
“Bawa” katanya seraya mengeluarkan handicam dari ranselnya.
“Siap rekam Vin” kataku seraya mengulum bibir sexynya.

Aku dan Hendra bergantian mengulum bibir sexynya. Aku dan Hendra meremas-remas dadanya yg sekal itu. Sementara Kevin asyik merekam adegan kami. Boy, yg duduk didepanku dan Harry yg sedang menyetir asyik melihat adegan kami lewat kaca tengah yg ada dimobil.

30 menit kemudian, Kami sampai digudang tua yg sudah tdk terpakai. Mobil Avanza milik Harry diparkir didlm gudang. Kami pun segera turun. Aku menggendong tubuh Tante Linda yg tengah tertidur. Kami segera mencari tempat untuk membaringkan tubuh Tante Linda.

Aku menemukan sebuah meja besar, usang, dan berdebu. Aku segera membaringkan tubuhnya ke meja tersebut. Kami pun segera mengundi untuk menentukan siapa yg pertama menikmati tubuhnya. Beruntung, aku yg pertama menikmati tubuhnya, yg berikutnya Boy, Kevin, Herry, yg terakhir Hendra.

“Shit… aku dapat ampas…!!!” gerutu Hendra. AGEN BOLA TERPERCAYA

Aku segera melepaskan celana jeansku, kemudian kulepaskan CD ku. K0ntolku yg telah mengeras segera meloncat keluar. Kemudian, kulepaskan satu persatu kancing kemeja kantor milik Tante Linda. Setelah lepas kancing terakhirnya, aku segera melepaskan kemejanya lalu kelemparkan ke bawah.

“Wooow…. ” sontak Kevin yg merekam tubuh tante..

Setelah itu aku mebuka pengait restliting rok warna hitamnya. Kuturunkan perlahan-lahan kuturunkan restlitingnya. Laluku pelorotkan roknya. Lalu, kulempar roknya kelantai. Kini tubuh tante hanya berbalut BH warna hitam dan CD dgn warna yg sama. Aku segera naik kemeja.

Aku, segera melumat bibir sexynya, kujilati belakang telinga kanannya, dan kugigit mesra telinga kanannya. Setelah puas aku segera melepaskan pengait BHnya. Setelah lepas, segera kujatuhkan BH hitamnya kelantai. Kini dihadapanku terhampar tubuh polos bagian atas milik Tante Linda.

Kuraba-raba, kuremas-remas perlahan payudaranya. Remasanku perlahan-lahan semakin keras, puas meremas dadanya aku segera memilin-milin mesra puting mungil miliknya. Setelah puas, aku segera menjilat-jilati puting kecoklatan miliknya. Kujilati puting yg kanan lalu yg kiri berulang-ulang. seraya tanganku meremas-remas dadanya. Ketiga temanku duduk di lantai seraya menyaksikan adeganku dgn Tante Linda.

Puas dgn dadanya, segera kulepaskan CD sexy warna hitam miliknya. Setelah itu, kulemparkan CDnya kelantai. Aku, takjub dgn Meqinya yg ditumbuhi reremputan kecil.

“Damn…. Shiit…. ” sontak Kevin lagi.

Aku meraba-raba bibir Meqinya yg ditumbuhi rerumputan kecil. Kumasukan jari tengahku kedlm meqinya. Kucoblos-cobloskan jari tengahku semakin lama semakin liar. Setelah puas segera kulepaskan jari tengahku dari meqinya. Lalu, kucari-cari Clitorisnya dgn jari manisku. Kutemukan Clitorisnya, lalu kepencet-pencet Clitoris mungilnya, kujilat-jilati Clitorisnya berulang-ulang. Tiba-tiba aku merasakan bibirku basah oleh cairan kental dari meqi Tante Linda.

‘Hm… tampaknya tante orgasme nich” kataku dlm hati.

Setelah itu aku mulai mengepaskan K0ntolku dgn Meqinya. Setelah K0ntolku masuk semuanya, aku segera menggerakkan maju-mundur tubuhku. K0ntolku dgn leluasa keluar masuk di Meqinya. Sementara bibirku asyik melumat bibir sexy miliknya, dan tanganku memeluk punggung sintalnya.

25 menit kemudian aku tdk sanggup lagi menahan gejolak magmaku yg akan keluar. Akhirnya Spermaku keluar didlm meqinya. Aku kemudian melepaskan K0ntolku yg belepotan cairankudan cairan dari meqi Tante Linda.

Kubuka mulutnya sexynyadan kuhadapkan ke k0ntolku, lalu kumasukkan k0ntolku kedlmnya. Kumaju-mundurkan kepala tante. Lalu, Spermaku keluar lagi didlm mulutnya.

Setelah itu giliran Boy, kulihat Boy membersihan sisa-sisa spermaku di Meqi dan bibir Tante Linda. Sekaran giliranku melihat adegan sex tanteku dgn Boy. Boy melalukan adegan sex yg hamipr sama dgn apa yg aku praktekkan tadi.

20 menit pun berlalu dan Boy pun sudah selesai ngesex dgn tanteku. Kini giliran si Kevin. Ketika giliran Kevin, Aku yg menjadi cameramennya untuk adegan sex Kevin dgn Tanteku.

25 menitpun berlalu dan Kevin pun sudah selasai ngesex dgn Tante Linda. Kini giliran Herry. 30 Menit kemudian Herry telah selesai. Dan, yg terakhir Hendra.

30 menitpun berlalu, Hendra pun telah selesai dgn tubuh tante. Kami pun tdk puas kalau hanya ngesex sekali dgn Tante Linda. Kami pun menggilirnya lagi, sesuai dgn undian tadi. Kami menggilirnya samapai kami merasa puas.

Kira-kira pukul 02. 00 ketika giliran Hendra ngesek dgn tante, tante perlahan-lahan mulai sadar. Aku segera melempar topeng ke Herry dan Herry pun sudah memakai topengnya. Ketika Tante Linda sepenuhnya tersadar kami sudah memakai topeng masing-masing.

Tante terkejut ketik tubuhnya bugil dan K0ntol Hendra masih menancap dimeqinya. Tangen Herry mencoba menahan gerakan kedua tangannya.

Tampaknya Hendra kewalahan menghadapinya. Kamipun segera membantu Hendra memegangi tangan, kaki, dan tubuhnya erat-erat. Tp, tubuh, dan tangan tante meronta lebih keras daripada yg tadi. Lalu, Kevin segera mengambil pistol mainan yg mirip dgn yg asli ke kepala Tante Linda.

“Diam…. !!!! ” bentak Kevin seraya memukulkan gagang pistol mainan itu kepelipis kiri Tante Linda.
Darah segar mengalir dari pelipis kirinya.

“Apa mau kalian…?” katanya sambil menangis
“Yg, kami mau adalah tubuh kamu yg sexy untuk melayani nafsu kami semalaman” kata Kevin menunjuk kearah kami semua.
Tante Linda pun terlihat pasrah dan terus menangis tdk percaya kalau tubuhnya akan kami gilir semalaman. Hendra pun segera melanjutkan menggoyang tubuh tante, sementara kevin masih menodongkan pistol mainan kekepala Tante Linda.

“Yaik…. ” erang tante mengerang keras ketika Hendra menggoyang tubuhnya dgn keras.

Setelah puas menggoyang tubuh tante, Hendra segera mengeluarkan Spermanya didlm Meqinya.

Setelah itu giliranku. Kutarik paksa kedua tangan tante, lalu menyuruh tante berlutut. Kujejalkan K0ntolku dibibir indahnya. Kupaksa bibirnya agar membuka. Lalu kujejalkan K0ntolku didlm bibirnya. Kulihat Tante Linda menangis, tp ku acuhkan saja. kugerakkan kepalanya maju mundur dgn paksaan tanganku.

Puas dgn gerakkan tadi aku segera menyuruh Tante berbaring di meja. Aku tarik tubuh indahnya hingga ketepi meja, dan kuangkat pahanya tinggi-tinggi. Kumasukkan K0ntolku dgn keras kedlm Meqinya. Kugoyang keras tubuhnya, seraya kedua tanganku meremas-remas dadanya. Setelah puas kulepaskan k0ntolku dari meqinya.

“Achh… achh…” erangnya seraya menitikkan air mata, ketikaku mulai menggoyang tubuhnya dgn keras.
Lalu, aku naik ke kemeja dan menyuruh tante untuk posisi menunging. Tante sudah dgn posisi menungging. Aku segera mengepaskan k0ntolku dgn meqinya. Segera kumasukkan k0ntolku kedlm meqinya. Dinding meqinya seolah menekan keras k0ntolku. Segera kugoyang hebat tubuhnya, kuremas-remas pantat sintalnya, sesekali aku remas dadanya yg menggantung dan bergoyang mengikuti irama. Kuletakkan kedua tangan tante dipunggungnya, lalu kutarik punggungnya kebelakang. Kukecupi telinga kanandan kugigit mesra telinga kanannya. Kemudian kugoyang hebat tubuhnya, dan kedua tanganku meremas-remas payudaranya dgn keras.

“Augh…. Achhhh…” erangnya
Magmaku sudah tdk sabar untuk keluar. Segera saja kutumpahkan magmaku didlm meqinya. Setelah aku, kini giliran keempat temanku. Setelah keempat temanku selesai menggilir Tante Linda, aku berencana membuat adegan yg lebih hot lagi. Aku, Boy, Kevin bergabung satu group. Sedangkan Herry , dan Hendra bergabung satu group.

Aku segera tidur terlentang diatas meja, lalu kusuruh Tante Linda naik keatas tubuhku. Tante Linda mengepaskan meqinya dgn k0ntolku. Setelah masuk, tante menggoyang tubuhnya perlahan. Tante tdk tahu kalau Boy naik kemeja tepat dibelakangnya. Boy segera menunggingkan tubuhnya, lalu mengepaskan k0ntolnya dgn lubang duburnya.

Perlahan-lahan k0ntol Boy mulai masuk dilubang duburnya. Tante pun sempat meronta-ronta kesakitan, ketika k0ntol Boy yg besar itu masuk kelubang duburnya. Darah segar keluar dari lubang dubur Tante Linda. Ketika k0ntolnya telah masuk semuanya dilubang duburnya Boy, segera menggoyang tubuh tante perlahan.

“Accchhh…. acchh…” erangnya.

Ketika tante mengerang kenikmatan, Kevin segera naik keatas meja. Kevin berdiri tepat dihadapan Tante Linda. Kevin mengangkat kepala Tante Linda, danmenjejalkan k0ntol perkasanya dimulutnya. Kini mulut tante asyik mengulum k0ntol kevin. Gerakkan kami bertiga semakin liar. Boy dibelakang, aku tepat dibawahnya, sementara Bobby tepat dihadapannya.

Sementara itu tangan-tangan kami tdk kalah liarnya. Tangan Boy, asyik meremas-remas pantatnya, dan payudaranya, sementara tanganku secara bersamaan dgn Boy meremas-remas payudaranya dgn keras, sedangkan tangan Kevin asyik meremas-remas rambutnya. Goyangan, kami semakin menggila, adegan itu berlangsung kurang lebih 20 menit.

Boy yg pertama mengeluarkan magmanya dilubang dubur tante, kedua segera kukeluarkan magmaku didlm meqinya, tak lama kemudian disusul Kevin yg mengeluarkan di mulutnya. Setelah puas, kami segera turun dari meja. Tampak, tubuh tante terkulai lemas.

Tak, lama kemudian Hendra dan Herry mulai membersihkan sisa-sisa sperma kami disekitar lubang dubur, meqi, dan mulutnya. Setelah semuanya bersih mereka tak memberi waktu istirahat kepada tante. Mereka berdua mulai melakukan adegan yg sama dgn kami bertiga lakukan. Kulihat, Kevin asyik merekam adegan mereka layaknya cameramen, Sedangkan Boy, tampaknya berusaha untuk mengatur nafasnya kembali.

20 menit pun berlalu. Hendra dan Herry tampaknya sudah selesai menggoyang tubuhnya. Aku memberikan 5 menit untuk tante mengatur nafas. Setelah nafasnya kembali normal, aku tarik kedua tangannya dan suruh dia berlutut. Kami berlima mulai membentu lingkaran dan perlahan-lahan berjalan menuju tubuh tante. Kami, segera mengocok k0ntol masing-masing. Kemudian, kami menyemburkan sperma secara bersamaan kewajah tante.

Creeett…. Creeett… Creeett…. sperma kami membasahi wajah, rambut, dan sebagian dadanya. Kini wajahnya penuh dgn cairan sperma kami. Aku, segera menjejalkan k0ntolku kemulutnya. Kugerakkan maju-mundur kepalanya. Setelah k0ntolku bersih dari bercak sperma, kini giliran keempat temanku melakukan hal yg sama dgnku.

Kevin mengambil lap kering, dan melemparkannya ke tante. kevin menyuruh tante untuk mengelap wajahnya dgn lap itu. Sementara aku mengambil gunting dan mulai menggunting kemeja yg tadi tante kenakan. Aku menggunting dibagian bawah dadanya, lalu menggunting kedua lengan kemejanya.

Setelah wajah tante bersih, aku melemparkan kemeja dan roknya yg telah kumodifikasi sedikit. Kemudian, aku menyuruhnya untuk memakainya kemeja tersebut tanpa BH dan kemudian rokknya tanpa CDnya. Tubuh tante sangat sexy memakai kemeja dan roknya yg telah kumodifikasi sedikit.

Herry, berpura-pura menanyakan alamat rumah tante. Tante Linda pun menjawabnya secara terbata-bata. Kami, segera menyuruhnya untuk segera menaiki mobil. Aku duduk ditengah bersama Tante Linda, dan Hendra.

Herry, segera menghidupkan mesin mobilnya. Mobil pun melaju meninggalkan gudang tua itu. Selama, didlm mobil aku dan Hendra bergiliran menciumi bibir tante. Sementara itu tangan kananku meremas dada kiri tante sedangkan tangan kanan Hendra meremas dada kanannya.

Kira-kira pukul 04. 30 kami telah tiba dirumah Tante Linda. Kami segera menarik paksa tubuhnya turun dari mobil. Aku melihat tubuhnya berjalan terhuyung-huyung lemas dan berusaha membuka pintu garasi. Sementara mobil yg kami tumpangi telah jauh meninggalkan rumah Tante Linda.

Keperawananya Ku Ambil Di Semak-Semak ♥


NEGARAQQ - Cerita ini bermula ketika sedang jalan jalan tak sengaja melihat seorang pejar SMA yang cantik dan seksi itu, kelihatanya dia masih perawan, dalam hati aku harus bisa melakukan hubungan sex dengan nya. Penasaran ? lanjutttt…

Saat pulang dijalan yg biasanya dia lalui tiba tiba ada sepasang tangan yg kekar memaksa dan menarik Sonya dari belakang kemudian gadis yg berjilbab cantik itu diseret ke dalam perkebunan karet yg sepi, dia sempat memberontak tapi apa ada kekuatan gadis berjilbab itu hanyalah seberapa kecil dari pria kekar itu.
Kisah kelam yg di alami Matha gadis berjilbab itu dimulai dia diseret sampai menuju gubug yg nampaknya tempat itu sebagai istrihat petani sekitar, tapi saat itu memang sepi karena waktu sudah menunjukan malam hari, Dijungkalkannya tubuh Sonya ke atas matras yg ada didalam ruangan gubuk itu seraya melucuti pakaiannya sendiri hingga telanjang bulat. Nampak kemaluan pria bertopeng itu mengacung tegak sepertinya ia sudah tidak sabar lagi memperkosa siswi SMK berjilbab itu.

“Ough… ohh.. ohh.. ternyata enak sekali memekmu ini sayg.. Ohh.. ohh.. sempit sekali sihh..? masih peret nihh Uhh.. Ohh… Ouh”, seloroh itu diantara tarian maksiatnya menikmati kehangatan daging belia korbannya ini. “Ahh…! ahh..! aduhh..! perih Pak.. Oh.. oh.. jangan keras-keras.. uhh..ahh”, pinta Sonya itu akhirnya. “Enak sayg?! Hah?! Bagaimana sekarang?! Masih sakit yach?! aduh kasihan.. tahan sebentar yahh manisku? Ohh.. ohh.. Ouh..”, balas lelaki itu yg asyik menggenjot vag1na milik siswi berjilbab itu. “Sshh.. ahh… sshh.. ohh.. pelan-pelan Ppakk.. ahh.. ahh.. ahh”, pintanya di sela-sela tubuhnya yg terhentak- hentak tanpa perlawanan lagi.
Sonya yg terlentang diatas matras nampak panik seraya menjerit ia berusaha kabur. Namun apadaya sebuah pukulan keras mendarat telak diperutnya. ?Akkhh??, pekiknya tertahan menahan sakit sambil terjerembab diatas matras. Tubuhnya terbaring melengkung dgn tangannya memegangi perutnya yg ditonjok tadi. Belum sempat hilang rasa sakit pukulan diperutnya tadi tiba-tiba pria bertopeng yg telah telanjang bulat itu menyingkap rok abu-abu panjang seragam sekolahnya keatas sampai sebatas pinggang.

Nampak sepasang paha dan betis mulus miliknya dihiasi sepasang sepatu kulit serta kaus kaki putih panjang. “Ampun pak tolong jangan perkosa saya”, pinta Sonya memelas. Pria bertopeng itu tidak menghiraukannya malah menampar wajah cantiknya hingga siswi berjilbab itu tidak mampu berkata apa-apa lagi selain menjerit tertahan sambil menangis tersedu-sedu.Tangan kasar pria itu mulai melucuti celana dalam Sonya.

Belahan vag1na yg nampak ditumbuhi bulu-bulu halus miliknya kelihatan mengundang selera pria itu. Diraba-rabanya vag1na dara berjilbab yg masih mengenakan seragam sekolah namun rok abu-abu panjangnya yg sudah tersingkap itu dgn tangan kanannya sembari terkadang jari tengahnya masuk menusuk-nusuk kedalam. Gadis berjilbab itu menggelinjang seraya kedua tangannya mencengkeram erat pinggiran matras.
Seumur hidupnya belum pernah ia merasakan perlakuan seperti ini. Dalam hati Sonya hanya bisa menjerit seraya mengutuk nasibnya yg sial. Kepalanya yg terbungkus rapi jilbab warna putih itu hanya bisa menggeleng-geleng pelan seraya menahan perasaan aneh yg mulai merasuki dirinya. dgn air mata berlinang bibirnya mendesah pelan sedangkan tubuhnya terkadang menggelinjang pelan.

Kelihatannya perlakuan pria bertopeng itu perlahan membuat alam bawah sadarnya mulai terangsang. Kemaluan milik siswi berjilbab itu perlahan mulai basah oleh lendir yg keluar dari dalam vag1na.Melihat calon korbannya itu mulai terangsang akibat permainan jemarinya tangan kiri sang pria durjana beringsut menjamah kancing hem putih seraya melepasnya satu persatu sembari tangan kanannya tetap mengobel kemaluan si dara berjilbab.
Tampak sepasang payudara nan ranum milik ABG berjilbab yg tertutup oleh BH dan bawahan jilbab putihnya. Disibaknya bawahan jilbab putih itu seraya menyingkap BHnya. Payudara yg bulat padat dgn sepasang putting coklat nampak tegak mengacung. Lalu tangan kiri pria durjana itu kini sibuk memilin dan meremas putting dan buah dada milik Sonya. Semakin lama gerakan mengelinjang tubuh siswi berjilbab itu semakin intens.

Nafasnya naik turun terengah-engah sedang bibirnya mendesah perlahan. Kelihatannya ABG berjilbab itu mulai tenggelam dalam birahi akibat perlakuan lelaki bertopeng itu. Jemari kanan pria itu mulai basah oleh cairan yg mengucur dari dalam vag1na Sonya. Dan lelaki bertopeng itupun menghentikan permainan jemarinya dari vag1na dan buah dada dara SMK berjilbab itu.

Pria itu ingin segera merasakan kenikmatan vag1na legit milik korbannya itu. Dilebarkannya kedua paha sang gadis berjilbab itu seraya mengarahkan p3nis yg besar miliknya kearah vag1na Sonya. Dan, “Aakkhhh…”, jerit gadis berjilbab itu menahan rasa sakit yg ada diselangkangannya itu. Matanya terpejam seraya menggigit bibir bawahnya. Kedua tangannya mencengkeram erat matras. Nafasnya tersengal-sengal menahan sakit.
Perlahan senti demi senti p3nis pria itu berpenetrasi kedalam vag1na perawan sang siswi berjilbab korbannya. Belahan vag1na dara itu nampak menggembung seiring dgn masuknya p3nis tersebut. Sesaat kemudian ia memberi nafas kepada gadis belia berjilbab yg ditidurinya itu agar kemaluannyanya dapat menyesuaikan diri terlebih dahulu dgn ukuran p3nisnya yg begitu besar merangsang, sehingga terlihat bibir kemaluannya telah ikut melesak masuk kedalam pula tatkala dipaksa harus menelan batang p3nis lelaki itu yg kini sudah menancap pada vag1nanya disela-sela kedua belah pahanya yg terbuka.

Kenikmatan demi kenikmatan yg dirasakan oleh bajingan itu ternyata sangat bertolak belakang sekali dgn apa yg dirasakan siswi berjilbab itu kini. Ia yg baru kali ini di sebadani oleh seorang lelaki begitu merasakan kesakitan yg amat tak terperikan. Jeritannya yg tertahan begitu terdengar berulang kali seakan tiada henti mengiringi kemenangan lelaki perkasa itu yg berhasil menaklukkannya dan membuat Sonya dgn terpaksa merelakan keperawanannya tanpa ampun dibawah dekapan lelaki bajingan yg memperkosanya secara brutal ini.
Sementara jilbab putih sebahu milik gadis itu seakan terlecut-lecut mengikuti arah kepalanya yg terus terbanting- banting di atas matras ke kiri dan ke kanan seakan tak rela atas apa yg terjadi menimpa dirinya ini. Linangan air matanya turun berderai lagi membasahi kembali kedua pipi mulusnya serta mengisi alur bekas air mata lalunya yg telah mengering.

Didekapnya tubuh gadis belia berjilbab yg kini berada dibawahnya dan dada bidang perkasa nan sarat dgn bulu- bulu lebatnya itu menekan kedua belah payudara korbannya. Wajah lelaki itu menelusuri leher jenjang yg tertutup jilbab putih dari siswi SMK itu sehingga membuat kepala Sonya tak lagi dapat bergolek kesana kemari.
Dipagutnya leher jenjang sang perawan berjilbab itu dgn rakusnya dari pangkal telinga sampai pundak kanannya, melumuri area itu dgn air liur kemenangannya. Puting susu sebelah kiri gadis itu yg semakin mekar ranum memerah dipilin oleh pertemuan ibu jari dan telunjuk tangan kanannya yg kasar, dgn gencar diremas-remasnya bongkahan daging susu yg masih mencuat indah keatas dan sama sekali belum kelihatan turun sama sekali serta masih berbentuk bulat kenyal dan memadat indah mempesona nan menghiasi bagian dadanya yg jatuh dalam dekapan sang pria jahanam itu.

Ciuman ganas penuh birahi yg luar biasa buas dari sang durjana kepada korbannya menutupi suara erangan dan rintihan siswi berjilbab itu. Kedua bibir dari insan berlainan jenis ini bertemu seketika dalam peraduan adegan indah persetubuhan nan terlarang itu. Lidah lelaki itu telah memasukki rongga mulut mungil sang dara berjilbab yg terpejam erat dan menari-nari di dalamnya berusaha Terus didera bertubi-tubi ciuman sang lelaki, kini Sonya hanya bisa pasrah merelakan lidahnya yg telah dikaitkan oleh tarian lidah lelaki tersebut yg elastis,kadang pula lemas seperti tali yg meliuk-liuk maupun mengait lidah mungilnya.
Setelah dirasanya telah puas mencicipi keperawanan sang dara, kini p3nis yg cukup lama terbenam di dasar vag1na itu kini ditariknya perlahan dan kedua jembut mereka yg tadinya melekat erat seakan telah menjadi satu itu mulai terpisah ruah. “Psshh…! sleph.. wes hewess..!”, suara yg ditimbulkan dari pelepasan batang pelir yg tertancap pada kemaluan sang perawan itu begitu sangat khas sekali di telinga dan proses terenggutnya kesucian gadis berjilbab itu dimulailah.

Kini seiring dgn pergerakan urat intim lelaki jahanam itu yg telah keluar sepertiga dari ukuran batangnya dari dalam belahan intim kemaluan dara berjilbab itu yg merekah membuat bibir-bibir vag1na korbannya menjadi ikut tertarik sampai monyong kedepan. Bersamaan itu pula dari sela-sela lubang vag1nanyanya dimana kulit-kulit kemaluan bajingan itu bersarang didalamnya, kini tampak berkilat-kilat basah oleh lendir vag1nanya yg melumasi jajaran tonggak daging pelirnya mulai menetes darah segar kesuciannya yg pada akhirnya berhasil direnggut paksa jua dari tubuhnya.

“Mmpphff! Ugh! Ughff!!”, itulah suara rintihan dari seorang dara berjilbab yg terdengar saat keperawannya telah terenggut seutuhnya oleh sang lelaki maniak durjana pemetik bunga nan penuh nista ini, sementara sela-sela vag1nanya yg telah diluluh lantakkan itu masih berdesis-desis tatkala melepaskan batang pelir lelaki tersebut dari dasar peranakkannya diiringi senyum kemenangan kepala rampok itu.
Mulut lelaki itu melahap belahan payudara kanan gadis itu dan menelan puting susunya sekaligus, lalu disedot- sedot dgn buas penuh dgn nafsu hewaniah. Tubuh setengah telanjang siswi SMK berjilbab itu sampai menggeliat-liat dibuatnya seiring dgn dimulainya hentakkan pinggul lelaki itu diantara kedua kaki indah mengangkang dgn rok panjang abu-abu yg tersingkap sampai sepinggang.

Kini korbannya yg mengenakan jilbab putih itu telah takluk pada kejantanannya. Derai-derai air mata di pipi mulusnya itu telah dibersihkan pula oleh telapak tangannya yg kekar. Sepasang betisnya yg masih mulus terbentang kencang itu kini dikepitnya diantara kedua ketiak dari lengan perkasanya kiri dan kanan. Kaki-kaki indah yg masih memakai sepatu warna hitam dgn kaus kaki panjang berwarna putih yg terjuntai itu tampak bergerak-gerak seiring hujaman lelaki bajingan itu pada lubang vag1nanya dan seragam putih abu-abu yg teringkap itu sudah bermandikan oleh peluh persetubuhan terhempas- hempas dibuatnya.

Dengan posisi setengah jongkok lelaki jahanam itu terus menggenjot tubuh Sonya yg masih begitu kencang dan padat diusia mudanya. Kedua tungkai paha gadis itu kini ditekan oleh kedua tangannya sehingga kangkangannya semakin jelas dan lebar dgn kedua tumit kaki indahnya bertumpu pada kedua belah pundak berkulit gelap sang durjana tersebut.

Wajahnya yg cantik dgn jilbab putihnya semakin mendongak kebelakang Kedua kakinya semakin tertarik keatas bertopang pada pundak kiri dan kanan sang lelaki jahanam yg telah leluasa menikmati kehangatan tubuh mudanya itu. Dalam posisi yg sebegitu rupa ini membuat bongkahan dari pantat gadis yg berkulit putih mulus licin itu semakin mencuat keatas mempertontonkan lonjakan-lonjakan kejantanan lelaki itu yg masih terlihat seret keluar masuk pada vag1nanya.

Kedua biji pelir lelaki itu yg terpontang-panting menabrak-nabrak jalan masuk lobang pantatnya semakin nyata mengiringi lelehan lendir kewanitaannya yg telah bercampur aduk dgn darah kesuciannya nan terus menggenangi mulut vag1nanya dan dijadikan bulan- bulanan olehnya. Cairan surgawi kepunyaan gadis berjilbab itu telah merembes sampai membasahi lubang anusnya yg begitu kecil tak berdaya nan berwarna merah muda sungguh menawan hati ini beserta bercak-bercak darah keperawanannya yg telah direnggut Matras tempat tumpuan adegan persetubuhan mereka itupun mulai berdentum-dentum seiring dgn suara decakan peret pada lubang kemaluan dara berjilbab yg digagahi oleh bajingan zina ini.

Senang sekali sang bajingan itu mendapati korbannya kini telah pasrah melayani keinginannya. “Jangan ditahan terus dong ku ini sayg.. terima saja apa adanya.. lebarkan kakimu supaya tidak terlalu sakit lagi manisku.. ohh.. ohh.. legit sekali kepunyaanmu ini.. ohh”, perintah itu yg kiranya langsung dipatuhi oleh gadis cantik berjilbab itu yg semakin membuka rentangan kakinya hingga semakin jelas bibir memeknya yg melesak ke dalam dan memonyong ke depan mengikuti hunjaman p3nis besar yg tertanam didalam isi belahan daging surganya.

Liang anus gadis berjilbab itu juga turut mengembang dan menguncup terkena pukulan-pukulan kedua biji p3nis lelaki jantan itu yg terbanting-banting di bongkahan pantat yg mungil mengangkang seakan sengaja ia mempertontonkan miliknya yg indah namun terlarang Kedua tubuh itu terus bergumul seakan tak peduli lagi akan keadaan malam yg semakin larut dalam keheningannya, seakan tak terpisahkan lagi dalam gelora nafsu membara yg menyala-nyala dikamar gubuk yg telah pengap dan sesak oleh permainan asmara nista berbirahi hina ini.

Meskipun telah lewat masa seperempat jam berlalu, namun tak membuat lelaki perkasa itu mengendorkan goygan pinggulnya dan terus melesak-lesakkan pelirnya mengaduk-aduk isi dalam lubang kemaluan dara berjilbab itu yg telah sembab membengkak dan semakin memerah warnanya. Tak lama kemudian tubuh dgn hem putih lengan panjang yg terbuka dgn rok abu-abu panjang yg tersingkap sepinggang itu yg berada dibawah lelaki durjana tersebut menggelinjang kencang seiring dgn luapan puncak orgasmenya yg kedua.

Perut rampingnya yg dihiasi pusarnya nan begitu indah tampak berkedut-kedut mengikuti gelinjangan tubuh setengah bugilnya. Kedua kakinya yg masih bersepatu itu kini menendang-nendang di udara menahan luapan puncak kenikmatannya yg melanda sekujur tubuh dgn hem putih lengan panjang yg terbuka itu. Dan belum lagi kelojotan siswi berjilbab itu terhenti, lelaki itu segera mencabut p3nisnya dari dalam liang vag1nanya yg tengah bergetar didera arus birahi sanggamanya. “Wess hewess.. poof!!”, begitulah suara yg dihasilkan saat batang kejantanan lelaki itu dicabut dari jepitan lubang kemaluan Sonya yg telah kehilangan keperawanannya ini.
Sekujur kulit luar dari p3nis nan demikian perkasanya penuh dgn lelehan lendir vag1na yg bercampur dgn lumuran darah segar kesucian siswi SMK berjilbab cantik itu yg belepotan melumuri tonggak daging kejantanannya yg masih mengacung tegak mengangguk-angguk. Kedua tungkai kaki gadis itu di angkat keatas tinggi-tinggi dari matras sehingga ujung kaki yg masih mengenakan sepatu itu terjuntai indah menggantung tanpa daya.

Di dalam sepatunya itu kedua otot dari jari-jari kaki indahnya mengatup dan membuka sangat cepat sekali bergantian membendung gelora birahinya yg kembali telah berhasil dibangkitkan oleh lelaki itu. Bongkahan pantatnya terhidang jelas tepat berada pada wajah lelaki itu yg menadahkan lidahnya pada perbatasan antara belahan bibir vag1na gadis berjilbab putih tersebut dgn daerah duburnya dan ia tempelkan disitu.
Berikutnya dari mulut vag1nanya yg kini sudah tak berbentuk garis vertikal yg sempit seperti tadi itu, malah kini telah terpecah menjadi dua garis bergelombang dgn kelentitnya yg bengap dan basah itu terkuak sejelas- jelasnya disertai oleh lelehan lendir memeknya keluar dari lubang senggamanya nan semakin merekah menjadi sebesar ukuran sebutir telur burung puyuh.

Cairan yg keluar dari vag1na itu langsung ditelan oleh lelaki itu dgn rakusnya bak orang yg tengah kehausan nan amat sangat. dgn lahapnya jilatan lidah lelaki itu sampai menyeruak-ruak kedalam isi belahan kemaluan korbannya, menyapu segenap dinding bagian dalam vag1na gadis malang itu sampai licin tandas tanpa tersisa sedikitpun. Tubuh dgn hem putih lengan panjang yg terbuka milik dara itu kini terjerembab pada hamparan matras yg terbentang awut-awutan disana sini dan ditengahnya telah terdapat noda darah dari kesuciannya.

Jilbab putih yg dikenakannya pun basah oleh keringat yg menucur deras dari kepalanya. Selain itu sebagian rok panjang abu-abu seragamnya dibasahi oleh keringat keduanya dan juga lendir- lendir yg berasal dari kedua kelamin yg berbeda jenisnya tersebut. Keletihan yg amat sangat mendera tubuh dgn seragam sekolah yg tersingkapnya kini telah lusuh tanpa tenaga lagi, seakan tulang-tulangnya telah terlolosi semuanya.
Belum lagi usai mengatur helaan nafasnya yg masih menderu-deru, tetapi kini tubuh setengah telanjang gadis itu yg ramping itu dibalikkan secara paksa oleh lelaki itu sehingga tertelungkup. Tangan-tangan kurang ajarnya menyusupi bagian bawah perutnya yg telah menempel pada kasur ranjangnya, setelah itu ditariknya keatas, dan bongkahan pantat gadis yg telah lemas itu terjungkit keatas kini.

Bajingan itu menekuk kedua lutut korbannya sampai pantatnya tampak dalam posisi menungging. Agaknya ia akan menyetubuhi dara itu dgn mengambil gaya dari yg tengah kawin. Namun sebelum itu tangannya berpindah lagi menyingkap rok abu-abu panjang milik Sonya yg sempat terjuntai kebawah menutupi pantatnya. Lalu ditelusurinya pantat itu dgn jemarinya dan menemukan posisi lubang anusnya berada, lalu lidah lelaki itu menyusupi kekedalaman belahan duburnya itu tanpa rasa jijik sama sekali mengingat lubang itu biasa digunakan untuk buang hajat.

Tetapi apalah artinya batasan itu jika dibandingkan dgn nilai kenikmatan yg dapat ia peroleh dari kelezatan anusnya sang gadis muda berjilbab dgn mengabaikan aroma tak sedap yg terpancar dari dalamnya. Setelah puas menjilati dubur dari sang siswi SMK yg begitu sangat lezat baginya ini, kini tubuh lelaki itu berlutut dihadapan tunggingan pantat korbannya, setelah itu batang p3nisnya kembali ia selusupkan ke dalam vag1na gadis itu yg telah kehabisan suaranya karena kecapaian melayani birahi lelaki perkasa ini.
Bajingan itu memperkosa vag1nanya dari arah belakang tanpa peduli sama sekali terhadap perasaan korbannya, yg ada hanyalah nafsu yg harus ia tuntaskan walaupun harus mempertaruhkan dirinya yg sewaktu- waktu dapat tertangkap oleh aparat hukum. Kembali kedua tubuh itu menyatu dan jembut yg menghiasi bawah perut lelaki itu seakan terjepit pula ke lubang anus dara bidadari cantik berjilbab ini tatkala p3nisnya terus menyodok-nyodok isi dalam liang kemaluannya.

Menjelang tengah malam, sepasang insan berlainan jenis itu meraih orgasmenya untuk yg ketiga kalinya dalam posisi menungging, namun baru kedua kali jikalau dihitung dari saat mula Sonya disetubuhi lelaki jahanam tersebut. Malangnya pelajar berjilbab itu tak sadarkan diri lagi usai mencapai puncak surga duniawinya dari lelaki itu yg staminanya begitu sangat luar biasa.

Rasanya jarang sekali lelaki yg mempunyai daya tahan tubuh seperti pria durjana bertopeng ini Setelah puas mereguk cairan lendir madu surgawi yg telah dihasilkan kembali oleh vag1na gadis itu pada puncak kenikmatannya tadi. Ia menelentangkan kembali tubuh gadis berjilbab itu yg telah pingsan dan menaruh kedua tumit dari kaki dara itu yg setengah telanjang ke kanan kiri bahunya lagi untuk kemudian menggenjot kembali tubuh si siswi belia berjilbab ini dgn brutal.

Tampak sekarang pompaan p3nis lelaki ini pada vag1na korbannya terus bertambah kecepatannya, sementara hamparan matras dibawahnya itu telah benar-benar basah oleh keringat keduanya yg semakin memanas. Andai saja Sonya tidak sadarkan diri seperti sekarang ini, mungkin ia akan meminta ampun karena pasti vag1nanya akan terasa nyeri diperlakukan sedemikian brutalnya oleh pemerkosa tersebut.
Barulah pada pukul setengah satu pagi, tubuh lelaki itu bergetar hebat diatas tubuh korbannya yg pingsan untuk sekian lamanya dan tanpa sepengetahuan siswi SMK berjilbab nan cantik ini, bajingan itu memuntahkan segenap akhir puncak dari nafsunya yg meledak-ledak kedalam tubuhnya. Paha yg terbuka membentuk huruf “V” dari tubuh Sonya itu ditekannya kuat-kuat.

Tubuh kekarnya seakan telah lekat menjadi satu dgn korbannya. Akhirnya lelaki itu sedang memuntahkan seluruh persediaan cairan mani lelakinya yg sejak tadi tersimpan di kedua belah biji p3nis besarnya nan perkasa. Cairan mani dari kemaluan lelaki itu yg mengandung benih-benih cintanya kini memuncrat- muncrat mengisi rongga rahim siswi berjilbab itu yg tengah dalam keadaan subur malam itu.

“Croot..! serr.. serr.. creet.. cret!”, benih lelaki itu begitu tersembur dgn sangat cepat menyemburat kuat ke dalam isi dasar belahan vag1na Sonya sang siswi SMK berjilbab yg dikangkanginya tanpa pelindung sama sekali.

Gadis belia berjilbab itu hanya diam terpana merasakan lahar panas mengalir deras kedalam liangnya…..”Ahhhhhhh…….. ….”, pekik puas pemerkosa bertopeng itu sembari kedua tangannya mencengkeram rok abu-abu panjang seragam sekolah Sonya yg tersingkap sepinggang. Lalu durjana itupun rubuh menindih tubuh korbannya dgn rasa puas tak terkira. Suasana ruangan di gubuk itu kembali sepi yg nampak hanyalah pemandangan seorang pria bertopeng telanjang bulat sedang menindih tubuh seorang perempuan belia berjilbab putih dgn seragam putih abu-abunya telah tersingkap serta awut-awutan.

Rabu, 25 Oktober 2017

Aku Menjual Harga DiriKu Hanya Untuk Membayar Hutang ♥


NEGARAQQ Sepertinya aku harus mengubur dalam-dalam impianku untuk menjadi satu-satunya perempuan dengan gelar MBA di kampung ini. Sia-sia sudah semua jerih payah selama masa kuliah dulu. Semuanya berawal dari datangnya musim kemarau yang berkepanjangan tahun lalu.

Untuk mengembangkan usahanya, Abah telah mendapatkan kredit yang lumayan besar dari sebuah bank swasta. Semula, Abah tidak mengalami kesulitan untuk membayar cicilan kreditnya karena hasil yang diperoleh Abah dari perkebunannya yang luas dan modern sangat berlimpah. Karena itulah Abah dapat mengirim aku ke Jawa untuk kuliah di sebuah universitas terkemuka di negeri ini.

Namu, musim kemarau berkepanjangan tahun lalu telah menghancurkan semuanya. Semua tanaman di ladang dan kebun Abah mati kekeringan. Karena stress, Abah terkena stroke dan aku pun harus membatalkan niatku untuk melanjutkan kuliah di tingkat S2.

Semakin hari kondisi Abah tambah menurun. Kami sekeluarga harus menjual barang-barang berharga kami untuk biaya pengobatan dan membayar cicilan kredit ke bank. Pada bulan ke-enam, kami sudah tidak punya apa-apa lagi yang dapat kami jual, sementara rumah dan lading sudah diagunkan Abah ke bank untuk mendapatkan kredit sehingga tidak mungkin kami menjualnya.

Sebulan yang lalu, beberapa orang petugas bank datang menagih pembayaran cicilan kredit yang sudah tidak lagi dapat kami bayar selama tiga bulan. Mereka mengancam akan menyita rumah dan lading apabila kami tidak dapat melunasi tunggakan pembayaran dalam waktu dua minggu. Kami hanya bisa menangis, memohon belas kasihan orang-orang bank itu. Namun, mereka hanya petugas rendahan yang tidak memiliki wewenang besar, sehingga mereka tidak dapat membantu kami.

Di tengah kekalutan, datang seorang laki-laki paruh baya yang bersedia membantu kami. Dia adalah salah seorang terkaya di kampung kami, yang juga sekaligus merupakan saingan usaha Abah. Kami mengenal pria ini sebagai Pak Broto. Semua hutang-hutang kami dibayar lunas oleh Pak Broto pada hari itu juga.

Kami semua sangat senang dan berterima kasih pada Pak Broto, karena tanpa dia, kami mungkin harus tinggal di kolong jembatan atau emperan toko. Malam itu Pak Broto datang ke rumah kami dan aku menemani Mak untuk menemuinya. Tak disangka, ketika Mak pergi menengok Abah di kamar, Pak Broto mengatakan hal yang tidak pernah terlintas di pikiranku.

“Kamu sadar, kan … Sari, Utang abah kamu besar sekali. Saya harus mengeruk tabungan untuk melunasinya. Tentunya saya tidak mau itu dianggap amal jariah. Saya harus mendapatkan sesuatu. Saya ingin mendapatkan kamu, Sari,” kata Pak Broto.

“Ma …. Mmaa …maksud Pak Broto, bapak mau mengambil saya sebaga istri?” tanya ku terbata-bata.

“Sari … Sari …Kalau saya mengambil kamu sebagai istri, maka hubungan utang piutang di antara kita akan hilang. Saya tidak mau itu. Saya bilang kan tadi saya ingin mendapatkan kamu, tubuh kamu persisnya. Saya ingin menikmati tubuh kamu sampai saya anggap utang itu lunas,” kata Pak Broto sambil menyeringai.

Begitu mendengar keinginan Pak Broto, Mak langsung meminta Pak Broto pergi dari rumah kami, namun Pak Broto membalas ucapan Mak dengan mengatakan bahwa dialah yang sebenarnya berhak untuk mengusir kami dari rumah ini. Pak Broto benar dan kami tidak punya alasan lain untuk membantahnya.

Aku dan Mak menangis sambil berpelukan. Namun aku sadar bahwa dengan merelakan tubuhku, aku akan dapat menyelamatkan kedua orang tuaku yang sangat aku sayangi. Karena itu, aku mengiyakan permintaan Pak Broto. Malam itu, Pak Broto menjadi lelaki pertama yang menyetubuhi aku. Aku merelakan keperawananku untuk membayar utang Abah.

Di sini, di kamar ini, untuk pertama kalinya aku melayani laki-laki. Pak Broto bahkan tidak mau repot-repot menghabiskan uang untuk menyewa kamar hotel untuk menikmati tubuhku. Begitu aku mengiyakan niatnya, dia meminta aku bersiap-siap di kamarku sambil menunggu obat kuat yang diminumnya bereaksi. Aku masih duduk di ujung tempat tidur ketika Pak Broto masuk ke kamarku.

Dia langsung menghampiri aku tanpa peduli bahwa dia membiarkan pintu kamarku terbuka lebar dan kemudian membelai rambutku. Tiba-tiba dia membuka retsleting celananya dan mengeluarkan kontolnya yang sudah tegang. Aku terkesiap. Itu adalah kali pertama aku melihat kontol, dan kontol itu ada di depan wajahku.

Pak Broto meminta aku mengulum kontolnya. Dengan tangan gemetar aku memegang kotol Pak Broto dan memasukkannya ke mulutku. Air mataku berlinang. Betapa tidak, aku yang berpendidikan tinggi ini pada akhirnya terpaksa harus mengulum kotol laki-laki tua.

Pak Broto menjambak rambutku dan memaksa aku untuk mengocok kontolnya dengan mulutku. Meski sempat tersedak, aku berusaha untuk menyenangkan lelaki tua bangka ini. Pak Broto menikmati layananku sambil mendesah dan mendesis.

Setelah beberapa menit berlalu, kotol Pak Broto menjadi semakin tegang dan Pak Broto memegang kepalaku dengan kedua tangnnya sambil mendorong kontolnya ke dalam mulutku. Dia mencapai klimaks dan air maninya menyembur keluar di dalam mulut ku. Karena kepalaku tertahn kedua tangan Pak Broto, aku terpaksa menelan peju yang keluar agar aku tetap bisa bernafas.

Sebagian peju Pak Broto meleleh keluar dari mulutku ketika Pak Broto menarik keluar kontolnya dan tumpah membasahi bajuku. Kemudian Pak Broto meminta aku membuka semua pakaian yang aku kenakan. Pak Broto menjadi lelaki pertama yang pernah melihat aku telanjang bulat.

Dia memandangi tubuh mulusku sejenak dan meminta aku rebah di atas tempat tidur, sementara dia melucuti pakaiannya sendiri. Dia naik ke atas tempat tidur dan kedua tangannya mulai mengeranyangi dadaku. Dia meremas payudaraku dengan lembut sambil memainkan pentilnya. Aku terdiam bagaikan patung.

Aku berusaha untuk mengabaikan rasa geli yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya pada buah dadaku. Salah satu tangannya meraih ke selangkanganku dan membelai lembut memekku. Sementara itu, dia memainkan lidahnya pada salah satu payudaraku.

Aku begitu marah pada diriku sendiri karena aku seharusnya tidak menikmati apa yang dia lakukan pada tubuhku, namun aku tidak kuasa menahannya. Pak Broto telah memberikan sensasi yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Sensasi yang membuat aku melambung ke awing-awang.

Tanpa sadar aku membuka lebar-lebar kedua pahaku dan mengerak-gerakkan pantatku. Pak Broto membuka bibir memekku dan dengan jari-jarinya dia mulai menggosok-gosok itilku dengan lembut. Mulutnya tak henti-hentinya menyedot pentil buah dadaku. Tubuhku sudah di luar kendaliku sendiri karena nafsu birahi telah menguasaiku. Kini aku yang mendesah dan mendesis.

Perlahan-lahan kepala Pak Broto berpindah dari dadaku, turun ke perutku dan akhirnya dia menempatkan kepalanya di selangkanganku. Kini dengan lidah dan bibirnya dia melahap memekku. Habis sudah pertahananku. Aku kini bahkan menyodor-nyodorkan memekku sambil memembelai dan sesekali merenggut rambutnya. Sensasi yang tak pernah aku rasakan itu begitu indah dan nikmat.

Melihat aku sudah sangat terangsang, Pak Broto berhenti dan mengambil posisi di antara kedua pahaku. Kontolnya dia gesek-gesekkan ke itil dan lubang memekku. Aku yang sudah dikendalikan nafsu justru mengangkat pantatku sehingga ujung kotol Pak Broto menyodok masuk ke lubang memekku.

Aku tersentak. Sensasi yang aku rasakan ternyata jauh lebih nikmat sehingga tanpa sadar aku memohon Pak Broto untuk cepat-cepat memasukkan kontolnya ke memekku yang sudah basah oleh cairanku endiri dan liur Pak Broto.

“Masukin, Pak … Masukin …. Aku sudah gak tahan lagi,” kataku.

“Hehehehe … Siapa tadi yang menagis tersedu-sedu gak mau melayani aku? Hahahaha … Nih, aku kasih ….” katanya sambil melesakkan kontolnya ke lubang memekku yang masih sempit. “Agak sakit sedikit, kamu tahan ya …”

“Ahhhhhhh …… Shhhhhhh …. Enakkk …Pak,” kataku. Separuh kotol Pak Broto kini sudah masuk ke dalam memekku. Dia mengerakkan pingulnya maju mundur dengan perlahan. Aku meracau dilanda kenikmatan yang timbul karena gesekan dinding memekku dengan kotol Pak Broto. Tiba-tiba Pak Broto mengigit leherku dan menyentak pinggulnya maju sehingga kontolnya masuk semuanya ke memekku.

“Aaaaauuu …. Sakit …. …Pak!” aku tersentak. Selaput daraku kini sudah tembus di dorong kotol Pak Broto. Namun rasa pedih di leher dan rasa kaget karena digigit secara tiba-tiba membuat aku tidak terlalu merasakan pedih yang timbul karena sobeknya selaput daraku. Pak Broto cuma terkekeh.

“Gimana? Gak terlalu sakit kan memek kamu?”
“Enggak Pak, tapi pelan-pelan keluar masuknya. Masih agak nyeri …”

Kemudian Pak Broto mulai melakukan gerakan memompanya. Awalnya perlahan-lahan dan kemudian semakin cepat.

“Ahhhhh Sariiiii …. Nimaaat bangeeeet ….. “ kata Pak Broto.

Aku tidak menjawabnya. Aku terlalu sibuk menikmati persetubuhan itu dan sesekali aku mengangkat pantatku untuk menyambut tusukan kotol Pak Broto di memekku. Aku merangkul dan membelai-belai punggung Pak Broto. Aku sudah memperlakukan Pak Broto seperti seorang suami.

Pak Broto mempercepat gerakannya dan aku pun semakin melambung ke angkasa. Aku merasakan dorongan yang sangat kuat di bagian rahimku yang membuat aku seperti mengejan. Reluruh otot-otot di tubuhku mengejang. Memekku berdenyut-denyut.

“AAAAAAAAAAH ……. AAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHH …” aku menjerit keras ketika aku mencapai orgasme pertamaku. Hal yang semula aku lakukan karena terpaksa untuk menyelamatkan martabat orang tuaku ternyata begitu nikmat.

Mungkin ini adalah kompensasi yang diberikan Tuhan atas pengorbananku. Tubuhku begitu rileks setelah puncak kenikmatan bersetubuh itu aku capai. Aku terbujur di atas tempat tidur sambil meresapi setiap sensasi yang aku rasakan.

Pak Broto yang belum mencapai klimaks tidak terlalu suka dengan kondisi memekku yang sangat basah serta tubuhku yang lemas tanpa reaksi. Dia mencabut kontolnya dari memekku dan berganti posisi. Dia menempatkan kontolnya di antara kedua buah dadaku.

Dia memegang buah dadaku dengan kedua tangannya sehingga kontolnya terjepit kedua benda lembut tapi kenyal itu. Lalu dia menggerakkan pinggulnya dan memperlakukan celah di antara kedua buah dadaku seperti yang dia lakukan pada memekku.

Aku yang masih lemas karena orgasmeku hanya terdiam memandangi kepala kotol Pak Broto yang timbul tenggelam dari celah itu. Setelah beberapa menit Pak Broto mempercepat gerakkannya dan akhirnya air maninya menyembur membasahi wajah, leher dan payudaraku. Dia pun ambruk di sisiku sambil mengatur nafasnya.

“Bukan main! Asyik sekali yang barusan itu ….” kata Pak Broto sambil kembali mengenakan pakaiannya. “Mulai hari ini sampai batas waktu yang aku tentukan nanti, kita akan sering melakukannya. Kamu harus siap kapan pun saya ingin menyelipkan kotol ini di memek kamu,” sambungnya sambil berjalan meninggalkan aku yang terbujur lemas di atas tempat tidur.

Begitu aku sadar tentang apa yang telah terjadi, air mataku menitik keluar. Aku tidak menyesali pengorbananku, namun aku menyesali mengapa aku begitu menikmati persetubuhan itu. Aku merasa jijik pada diriku sendiri, tetapi aku tidak bisa memungkiri bahwa kenikmatan yang aku dapat dari persetubuhan itu memang begitu indah. Aku bahkan tidak menyeka mukaku yang berlumuran air mani Pak Broto yang bercampur air mataku.

Mak yang rupanya sempat menyaksikan detik-detik terakhir persetubuhanku dengan Pak Broto dengan setengah berlari menghambur masuk ke kamar dan menghampiriku “Sariiii …… Maafkan Mak dan Abah ya nak. Karena kami kau harus melakukan ini,” kata Mak sambil membersihkan wajah. Leher dan dadaku dari air mani Pak Broto dengan sapu tangan yang diambilnya dari meja riasku.

(Aku masih menyimpan sapu tangan bernoda air mani Pak Broto itu dan sesekali aku menciumi aroma laki-laki yang samar-samar masih tersisa di sana). Aku hanya diam mematung di atas tempat tidurku, tak mapu untuk berkata apa-apa. Mak menutup tubuh telanjangku dengan selimut dan menyuruh aku untuk tidur. Aku pun terlelap sampai pagi.

Sebelum pergi meninggalkan rumah kami, Pak Broto sempat menaruh beberapa lembar uang ratusan ribu di atas meja riasku. Aku pergunakan uang itu untuk biaya pengobatan Abah dan makan sehari-hari. Sejak saat itu, aku telah menjadi gundik pemuas nafsu birahi Pak Broto untuk waktu yang aku pun tidak tahu berapa lama.

Pagi tadi, ketika aku kembali dari pasar, aku bertemu Pak Broto di tengah jalan. Dia sedang berdiri sambil mengobrol dengan Pak Jono, sopirnya. Rupanya Pak Broto sedang meninjau pembuatan sumur bor di tengah ladangnya. Jalan di desa kami memang tidak pernah terlalu ramai, sehingga Pak Broto bisa memarkir mobilnya di bahu jalan tanpa menghalangi orang yang lalu lalang. Pak Broto menyapaku dan meminta aku untuk berhenti sebentar.

“Wah baru selesai belanja rupanya …” kata Pak Broto.
“Ya, Pak … Untuk makan siang dan makan malam Abah dan Mak nanti,” jawabku.
“Sini kamu. Aku kepingin sarapan dulu,” katanya sambil menarik tanganku untuk mendekatinya.

Menyadari posisiku yang lemah, aku tidak berani melawan. Begitu aku berdiri di sampingnya, Pak Broto membuka retsleting celananya dan aku mengerti apa yang dia mau. Aku berjongkok dan mulai mengulum kontolnya. Sambil terus mengawasi orang-orang yang sedang membuat sumur bor, Pak Broto menikmati “sarapan pagi” yang sedang aku berikan. Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi pegang kontolnya dan aku gerak-gerakkan kepalaku maju mundur sehingga kepala kontolnya keluar masuk dari mulutku.

Sesekali aku jilati ujung kontolnya sambil beristirahat. Pak Broto begitu menikmatinya sehingga dia mengerang, mendesis bahkan kadang bergumam tidak jelas. Suaranya membuat orang-orang yang sedang membuat sumur bor menoleh ke arah kami. Malu juga rasanya ditonton orang, walau hanya cuma beberapa kepala saja.

kotol Pak Broto sudah begitu tegang dan keras. Dia meminta aku berdiri dan melepas celana dalamku. Semula aku menolak. “Masak di sini sih, Pak … Kan gak enak ditonton orang,” kataku. “Tenang saja … Ayo cepat buka,” katanya sambil mengocok-ngocok kontolnya dengan tangannya sendiri.

Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi angkat rokku dan aku copot celana dalamku dengan hat-hati agar memekku tidak terlihat oleh orang-orang di lading atau Pak Jono yang berdiri tidak jauh dari kami, setelah itu aku lipat dan taruh di keranjang belanjaanku.

Pak Broto meminta aku berdiri di samping mobil dan menaruh kedua tanganku di atas kapnya. Pak Broto kemudian berdiri di belakangku dan menyingkap bagian belakang rokku. Pantatku yang telanjang terasa dingin diterpa angin. Aku malu sekali karena pantatku bisa dilihat oleh banyak orang sekarang.

Akan tetapi bayangan akan disetubuhi di udara terbuka dan disasksikan orang banyak membuat aku agak terangsang. Pak Broto sempat tersenyum begitu dia menyentuh memekku dari belakang, karena memekku ternyata sudah cukup basah.

“Wah sudah basah nih, sudah kepingin ya?” katanya. “Baguslah, coba bungkukkan badanmu sedikit biar saya gampang masuk,” sambungnya. Aku mnegikuti keinginannya. Badanku aku bungkukkan sedikit sehinga pantatku agak menonjol ke belakang. Kakiku dilebarkan. Akhirnya, hal itu pun terjadilah. kotol Pak Broto masuk ke dalam memekku yang masih sempit ini. Pak Broto masih agak kesulitan menembus lubang di selangkaganku.

Pelan-pelan dengan dibimbing tangannya kotol Pak Broto akhirnya melesak masuk. Badanku agak bergetar begitu aku merasakan gesekan kotol Pak Broto pada dinding-dinding dalam memekku. Perlahan-lahan Pak Broto mulai menggenjot kontolnya keluar masuk memekku.

“Ahhhhh ….. Aaaaahhhhhhh …. Aaaaaaahhhhhhh….” desahku pada setiap tusukan. Aku menggoyang pinggulku untuk mengimbangi genkotan Pak Broto. “Shhhhhhh …. Yeeeeeaaahhhhhh …… Aaaaaaahhhh …” aku terus mendesah.

“Nikmat sekali … Goyang terus, Sari … Yaaaa …… Kayak gituuuuu …… Uuuuuuuhhhhhhh …..” kata Pak Broto. Tangan Pak Broto memegangi pinggangku setiap kali dia mendorong kontolnya masuk ke memekku. Sesekali dia meremas buah dadaku dari balik baju.

Sensasi bersetubuh di pinggir jalan dengan beberapa orang yang menyaksikannya sangat luar biasa buat aku. Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi merasa seperti wanita jalang yang hanya punya satu tujuan hidup: seks. Aku sangat menikmati persetubuhan itu sehingga tanpa sadar aku mengeleng-gelengkan kepalaku sambil terus mendesah, mendesis dan bahkan berteriak. Kenikmatan itu sudah mengambil alih kendali atas tubuhku.

“Lebih cepat, Pak …. Lebih cepat ….. Yeeeeeaaaaaahhhh …. Shhhhh …. Genjot lebih cepaaaaat …. Aku sudah mau keluar …” Pak Broto pun memenuhi permintaanku. Kontolnya bergerak lebih cepat keluar masuk memekku. Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi merasa sudah hampir mencapai orgasme.

Tubuhku mengejang dan melengkung ke belakang hingga berhimpitan dengan tubuh Pak Broto. “Aku mau keluar Pak …. Aku mau keluaaaaarrrrr …. AAAAAHHHHH …. AAAAAAAAHHHHHHHH …..AAAAAAHHHHHHHHHHH ….” Aku berteriak melepaskan semua rasa ketika orgasme meledak-ledak di dalam tubuhku.

Orang yang lewat dan para tukang yang sedang bekerja di lading membuat sumur bor mengalihkan perhatian mereka ke arah kami berdua. Aku sudah tidak peduli lagi. Kenikmatan seksual ini jauh lebih berharga bagiku. Sesaat setelah tubuhku kembali melemas, Pak Broto mencabut kontolnya dari memekku dan meminta aku melakukan oral lagi.

Hanya beberapa menit saja aku mengulum, mengenyot dan menjilari kotol Pak Broto hingga akhirnya kotol itu menumpahkan air mani kental berwarna putih. Sebagian air mani itu membasahi bajuku dan rambutku. Lalu aku menjilati sisa air mani dari kotol Pak Broto hingga bersih.

Setelah itu aku membenahi rok dan bajuku dan minta ijin Pak Broto untuk pulang. Celana dalam sengaja tidak aku pakai lagi. Di sepanjang jalan, ada beberapa orang yang menoleh ke arahku ketika berpapasan. Aroma air mani segar yang tumpah di bajuku mungkin yang menarik perhatian mereka. Aku terus bejalan tanpa mempedulikan mereka. Sesampai di rumah aku memberika belanjaanku kepada Mak yang bingung melihat ceceran air mani di bajuku. Tapi dia tidak banyak tanya.

Selitas aku melihat air matanya berlinang. Aku pun tidak peduli. Kalau memng aku harus menjadi budak seks Pak Broto untuk menolong orangtuaku, mengapa tidak sekalian saja aku menikmati setiap persetubuhan yang aku lakukan. Bagaimanapun, aku toh harus melakukannya ….

Hari ini aku kembali membawa Abah ke rumah sakit untuk melanjutkan pengobatannya. Syukurlah, dokter bilang kondisi Abah sudah banyak kemajuan. Aku menyempatkan diri ketika sedang berada di rumah sakit untuk mengunjungi dokter kandungan. Aku minta pada dokter itu untuk memasangkan spiral di rahimku. Semula dokter menganjurkan aku untuk mengurungkan niatku, namun dengan sedikit kebohongan dia pun bersedia melakukannya.

Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi katakana pada dokter itu bahwa aku sedang menyelesaikan kuliah S2-ku. Kehamilan pasti akan sangat mengganggu. Entah aku dapat ide dari mana untuk mengarang cerita bohong itu. Dengan spiral di rahimku, aku tidak akan takut lagi persetubuhanku dengan Pak Broto berakhir dengan kehamilan.

Setelah beberapa hari tidak menyentuh tubuhku, sore tadi Pak Broto bertandang ke rumah. Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi tahu apa maksud kedatangannya dan aku pun sudah menyiapkan diriku untuk kembali melayaninya. Bayangan akan kenikmatan orgasme membuat aku menjadi bergairah. Aku sambut Pak Broto di pintu depan dan menyilakannya duduk di ruang tamu. Setelah menghidangkan secangkir teh, aku menemani Pak Broto berbicang-bincang sebentar.

“Sari, kita ngewek di taman belakang sana yuk …” kata Pak Broto. “Sudah lama kan kita gak ngewek.” “Terserah Bapak saja … Saya kan gak bisa nolak,” jawabku pasrah. Pak Broto bangkit dari kursi tamu dan menarik tanganku untuk mengikutinya ke taman belakang rumah. Taman di belakang rumah tidak terlalu terbuka. Pagar sampingnya lumayan tinggi, tetapi bagian belakangnya sengaja hanya dipagari dengan pohon perdu setinggi pinggang yang selalu dipangkas rapi.

Di taman itu, ada beberapa buah kursi taman dari batu tanpa sandaran serta sebuah meja batu besar. Di sekelilingya ditumbuhi berbagai tanaman hias dan bunga. Ah, bersetebuh di udara terbuka, membayangkannya saja aku sudah terangsang. Tanpa disentuh pun, memekku sudah basah ….

Pak Broto meminta aku menanggalkan semua pakaianku. Dia agak kaget melihat ternyata aku sudah tidak memakai celana dalam. Setelah tidak ada benang sehelai pun yang menempel di kulitku, Pak Broto meminta aku duduk di pinggir meja batu besar. Dia juga mencopot pakaiannya, sehingga kami pun berdua bugil seperti bayi baru lahir.

Dia berjongkok di hadapanku dan mengangkat kedua kakiku. Ternyata dia ingin menciumi dan menjilati memek dan itilku. “Ssssshhhhhh …. Yahhhhhhhhhh ….. Itilnya, Pak ……… Itilnya ………… Yahhhhhh ……. Ohhhhhhhhhhhh ………” kataku sambil terus mendesis menikmati setiap sapuan lidahnya di itilku.

Setelah memekku benar-benar basah, Pak Broto duduk di salah satu kursi batu dan meminta aku duduk di pangkuannya. Dengan mudah kontolnya masuk ke memekku ketika aku menurunkan pantatku. Dengan bertumpu pada pundak Pak Broto aku bergerak naik turun sehingga kotol Pak Broto bergerak bebas keluar masuk memekku. Sebentar saja aku sudah tenggelam dalam kenikmatan birahi. Aku terus mendesah dan mendesis. Ternyata Pak Broto sangat menyukai tingkahku setiap kali dia menyetubuhiku.

Istrinya atau wanita lain yang sering dia setubuhi biasanya hanya diam saja menerima segala perlakuan Pak Broto. Desahan dan teriakanku membuatnya lebih bergairah. Sambil duduk seperti itu, itilku selalu bergesekan dengan jembut Pak Broto yang kasar setiap kali aku bergerak turun.

Setelah bermain dengan posisi duduk selama beberapa puluh menit, Pak Broto meminta aku rebah di meja batu besar dan dia pun menyodokkan kontolnya ke memekku sambil berdiri. Kedua kakiku dilipat ke atas dan ditopang oleh kedua tangannya. Dengan begitu, memekku menjadi menyembul ke atas dan lebih keras menjepit kotol Pak Broto. “Aaaaahhhhhh …… Ini baru enaaaaaakk ….” Kata Pak Broto sambil terus menggenjot pinggulnya.

“Genjot yang kuat, Pak …. Ayo … dong ….” Kataku memberi semnagat. Satu tanganku menjulur ke bawah untuk meraih itilku sendiri. Sambil terus menikmati setiap tusukan kotol Pak Broto di lubang memekku, aku menggosok-gosok dan memilin-milin itilku. Sementara tangan yang satu lagi aku pergunakan untuk memilin-milin pentil buah dadaku.

Tanpa sadar mulutku terbuka lebar mendapatkan kenikmatan rangsangan itu. “Ahhhhhh … ahhhhhhh …. Ahhhhhh ….. ahhhhh ….” Keluar dari mulutku setiap kali Pak Broto menyodokkan kontolnya. “Kocok yang cepat, Pak … Lebih cepat, lebih cepat …. Tolong, Pak … Kocok lebih cepaaaattt ….. Aku sudah mau keluaaaarrrr ……Ahhhhhh ……” seperti yang sudah-sudah Pak Broto pun memenuhi permintaanku. Dia menarik dan mendorong kontolnya lebih cepat. Ergesekan kotol Pak Broto dan memekku mengeluarkan bunyi berdecak-decak.

Tubuh kami sudah bermandi keringat. Entah pada sodokan yang keberapa aku pun mencapai orgasme. “AAAAAAHHHHHHHHHHHHHH …………… AHHHHHHHHHHHHHH …. AAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHH ….. EENNNNNNAAAAAKKKKKHHH !!!” teriakku.

Kakiku kaku menjulur ke atas dan pahaku mengatup. kotol Pak Broto tak bisa lagi bergerak. kotol itu berdenyut-denyut di dalam memekku dan akhirnya menyemburkan cairan kental memenuhi rahimku. “AAAARRRRGGHHHHHH ……” Pak Broto pun berteriak sambil memancarkan cairan spermanya. “SariIIII …. SAYA JUGA KELUARRRRR…”

Pak Broto tertunduk lemas sambil bertopang pada meja batu dengan kedua tangannya. Kedua kakiku kini menjuntai lemas. Namun Pak Broto sepertinya sengja tidak mencabut kontolnya dari memekku. Bahkan dia beberapa kali mendorongnya agar masuk lebih dalam. Ketika kontolnya sudah benar-benar lemas lunglai, barulah Pak Broto mencabutnya dan rebah disampingku.

“Sari, kamu tadi menjepit kotol saya sehingga saya tidak bisa mencabutnya. Air mani saya tumpah semua di dalam memek kamu. Apa kamu sengaja agar kamu hamil?” tanya Pak Broto. “Tenang Pak. Aku sudah pasang spiral . Kecil kemungkinannya aku hamil,” jawabku. “Ohhhh … sukurlah. Aku agak kaget tadi,” kata Pak Broto lega dan untuk pertama kalinya dia mencium keningku.

Setelah merenggut keperawananku dan menyetubuhiku berulang kali, inilah kali pertama Pak Broto menciumku. Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi memegang wajahnya dan membelainya. Entah siapa yang memulai, kami kemudian berpagutan. Kami berciuman dengan lembut dan tidak tergesa-gesa. Indah sekali … Lima menit kami berciuman. Lidah kami bertemu dan bergelut di dalam mulutku. Karena ciuman itu Pak Broto dan aku kembali terangsang.

Tangan Pak Broto kembali beraksi meremas payudaraku dan memainkan itilku secara bergantian. Sementara aku membelai dan mengocok kotol Pak Broto agar tegang kembali. Begitu kontolnya kembali tegang, aku mendorong Pak Broto agar rebah di atas meja batu dan aku naik ke atas tubuhnya.

Dengan sekali sentakan, kotol Pak Broto kembali masuk ke memekku yang masih basah oleh air maninya tadi. Dan kami pun terhanyut kembali dalam gelombang birahi Desahan dan teriakan kenikmatan kembali keluar dari mulut kami.

Sore itu, dua kali Pak Broto menumpahkan air maninya di dalam memekku dan dua kali pula aku menguyur kotol Pak Broto dengan cairan memekku ketika kami orgasme. Setelah puas, Pak Broto kembali berpakaian dan pamit pulang. Tak lupa dia menyelipkan beberapa lembar uang ratusan ribu di tanganku. Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi menerimanya. Aku butuh untuk pengobatan Abah, membayar listrik dan makan sehari-hari.

Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi sengaja tetap tinggal di taman belakang, rebahan di atas meja batu, telanjang bulat. Air mani Pak Broto menetes keluar dari memekku. Mungkin aku sempat terlelap di atas meja batu itu, karena begitu aku tersadar tubuhku sudah tertutup kain batik. Mungkin Mak yang menyellimuti aku tadi. Aku pun bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk memberihkan badanku dari keringatku dan keringat Pak Broto.

Setelah itu, aku masuk ke kamar dan rebahan di atas tempat tidur hanya berbalut daster. Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi mencoba memutar kembali rekaman persetubuhan kami tadi dalam benakku. Nikmat sekali …. Sejenak aku bisa melupakan semua kesulitan dan masalah yang membelit keluargaku. … Terima kasih, Tuhan…

Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi mendapat kabar dari Pak Jono tadi siang ketika dia membawakan satu kardus penuh berisi jamu-jamuan untuk wanita bahwa Pak Broto dan istrinya bertengkar hebat karena ada yang melaporkan “kegiatan” kami berdua di pinggir jalan tempo hari.

Istri Pak Broto mengancam untuk mengajukan gugatan cerai, tapi Pak Broto cuma tersenyum saja mendengar ancaman itu. Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi sempat bingung ketika Pak Jono bilang terima kasih kepadaku. Ternyata setelah pertengkaran itu, istri Pak Broto sudah beberapa kali mengajak Pak Jono bersebadan.

“Saya sebenarnya berharap bisa ngewek sama Neng Sari, tapi itu kan gak mungkin. Tapi, dapat sering-sering ngewek sama Ibu saja saya sudah senang … Hehehehe … Buat selingan, Neng. Bosan juga sama yang di rumah,” kata Pak Jono.

Tadi sore Pak Broto datang berkunjung untuk mendapatkan pelayanan seperti biasa. Kali ini dia tidak pakai basa-basi lagi. Begitu aku duduk di sampingnya di sofa, dia langsung menyergap aku dan kami pun berciuman. Selama beberapa puluh menit bibir dan lidah kami bertautan. Sementara itu tangan Pak Broto terus bergerilya di setiap bagian tubuhku. Baju kami pun stu per satu lepas dari badan kami, sehingga kami berdua benar-benar telanjang seperti bayi yang baru lahir.

Di sana, di atas sofa di ruang tamu, ketika sinar matahari sore masih menerangi ruangan itu, aku dan Pak Broto kembali terhanyut dalam panasnya gelora birahi. Tanpa mempedulikan bahwa kami dapat menjadi tontonan orang yang lewat di jalan depan rumah, kami terus bergelut di atas sofa yang kini mulai basah dengan keringat kami.

Pak Broto mendorong tubuhku hingga rebah di sofa. Kedua kakiku diangkatnya, lalu disangga dengan bahunya. Perlahan-lahan dia mengarahkan kontolnya ke memekku. Aku membantu membimbing ujung kotol Pak Broto agar tepat sasaran.

Sekali dorong, kotol Pak Broto pun menerobos masuk liang sanggamaku. Sambil memegang kedua betisku,Pak Broto mulai melakukan gerakan maju mundur sehingga kontolnya timbul tenggelam dalam memekku. Buah dadaku berguncang-guncang seirama dengan setiap sodokan kotol Pak Broto ke dalam memekku.

Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi meraih sebuah bantal sandaran sofa untuk menyangga kepalaku. Dengan posisi begitu, aku bisa melihat gerakan kotol Pak Broto yang keluar masuk memekku. Setiap kali Pak Broto mendorong masuk kontolnya, memekku menjadi agak kempot dan ketika kotol itu ditarik keluar, memekku menjadi agak gembung. Aku sangat terkesan dengan apa yang aku lihat di selangkanganku. Semua itu membuat aku semakin terangsang.

“Kamu suka melihatnya, Sari?” tanya Pak Broto sambil terus bergoyang. “Ahhhhhh ……Iya, Ahhhhhhhhh …….. tapi aku lebih suka rasanya. Ahhhhhh …. Yeahhhhh …. Sssssshhhh …. Yeahhhhh …. Ahhhhhhh ….” Jawabku di sela-sela desahan kenikmatan. Setelah sekitar sepuluh menit, kakiku terasa pegal. Pak Broto menekuk lututku sehingga sekarang pahaku bertumpu pada perut dan dadaku.

Namun baru lima menit disodok dengan posisi seperti itu, gentian Pak Broto yang merasa pegal dan dia minta ganti posisi. Aku menyuruhnya berbaring di sofa dengan kedua kaki lurus di atas sofa. Aku naik ke atas tubuhnya dan menancapkan kontolnya kembali ke memekku. Aku merasa seperti seorang koboi yang sedang menunggang kuda.

“Oooooohh … yeahhhhhhh …. Hussss …. Hussssss,” kakatu sambil bergaya seperti koboi. “Ya … Goyang terus, Sari …. Enak sekali …. Teruuuuuss ….” Ujar Pak Broto sambil menggapai buah dadaku dan meremasnya.

Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi terus menggerakkan pantatku naik turun sehingga kotol Pak Broto bisa terus bergesekan dengan dinding-dinding dalam memekku. Setiap gesekan memberi kami sensasi yang luar biasa dan tidak terbayang nikmatnya. Keringat semakin deras mengucur dari tubuh kami.

Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi mempercepat gerakkanku karena kau merasa sudah hampir mencapai klimaks. “Ahhhhh …. Ahhhhhh … Ahhhhhh ….. Aku sudah mau sampai, Pak …. Aahhhhh …. Ahhhh …” kataku. “Saya juga ..” kata Pak Broto sambil menggerakkan pantatnya sehingga gesekan antara memekku dan kontolnya semakin cepat. Tak lama kemudian puncak itu pun tercapai.

“YEEAAAAHHHHH…. AAAAAHHHHHHHHH …….AHHHHHHHHHHH,” kami pun berteriak bersamaan melepas semua rasa. Badanku mengejang dan menekuk ke belakang sehingga aku harus bertumpu pada kedua kaki Pak Broto yang juga menjadi kaku. Tubuhku bergetar hebat dan akhirnya aku tumbang dan rebah di atas dada Pak Broto. Nafas kami memburu cepat, secepat detakan jatung kami.

Kami berpelukan dan kembali berciuman selama beberapa menit. Tangan Pak Broto mengelus-elus punggungku sementara aku terus berbaring di atas badannya. Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi biarkan kotol Pak Broto tetap di dalam memekku walaupun kotol itu sudah tidak lagi tegang.

Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi ingin lebih lama merasakan kehadiran kotol itu di memekku. Ketika akhirnya aku bangkit berdiri, air mani Pak Broto yang bercampur cairan dari memekku sendiri merembes keluar dan mengalir di sisi dalam kedua pahaku. Aku duduk di sofa dan aku biarkan cairan kami itu membasahi sofa.

Setelah berpakaian kembali, Pak Broto menghampiriku yang masih terduduk lemas di sofa dan telanjang bulat. Pak Broto mengecup keningku dan mengucapkan terima kasih atas kenikmatan yang baru saja dia dapatkan dari tubuhku.

Sebelum melangkah keluar, Pak Broto seperti biasa mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu dari dompetnya. Kali ini uang itu dia gulung dan diselipkannya ke dalam memekku yang masih saja mengucurkan sisa-sia air maninya.

Setelah hilang lemasku, aku raih pakaianku yang terserak di lantai dan berjalan masuk menuju kamarku sambil tetap telanjang. Setelah melempar pakaianku ke atas tempat tidur, aku ambil selembar handuk. Aku keluar kamar dengan handuk di tangan menuju ke kamar mandi.

Di ruang makan, aku bertemu Mak. Aku yang kini jadi pemuas nafsu birahi memberikan uang pemberian Pak Broto yang telah basah terkena air mani dan cairan memekku tadi ke Mak. Hari ini, uang yang kami butuhkan untuk makan itu benar-benar keluar dari memekku … END

Kakak SepupuKu Mengajarin Aku Seks ♥


NEGARAQQ - Kejadian ini nyata kualami yang terjadi antara aku dan kakak sepupuku yang bernama kak Rini. Menurutku kak Rini orangnya sangat cantik dan seksi. Waktu itu aku masih duduk dibangku SMA kelas 1, dimana saat itu aku masih terlihat sangat polos. Sedikit aku ceritakan tentang diriku. Aku memiliki tubuh kekar, TB 165cm, kulit sawo matang dengan wajah pas-pasan. Sedangkan kak Rini orangnya cantik, putih, body langsing ditambah lagi lesung pipinya yang membuat semakin terlihat manis.

Pada saat itu sedang liburan sekolah. Aku dan keluarga berlibur di kampung halaman yang berada di Sumut tepatnya di kota PS. Ini merupakan liburan yang kesekian kalinya di PS. Seperti biasanya kalo sampai di kota tersebut kami dijemput sama paman dan bibik yang kebetulan tinggal di kota tsb dan biasanya kami akan menginap dulu di rumah mereka baru nanti menuju ke desa nenekku yang jaraknya masih 2jam dari kota PS.
Aku sangat senang kalo diajak menginap di rumah mereka karena rumahnya sangat mewah. Sekilas tentang keluarga pamanku, mereka berdua adalah seorang pengusaha yang sukses. Mereka memiliki seorang anak yang sudah kuliah orang itu yang kusebut dengan kak Rini.

Setibanya di rumah pamanku, aku agak kecewa karena di rumah tak ada siapa-siapa, kebetulan kak Rini sedang di kampus yang jaraknya lumayan jauh dengan rumah bibi. Padahal aku sangat kangen sekali sama kak Rini. Tapi untungnya aku lagi hoki, tiba-tiba bibiku menelpon kak Rini dan bilang kali kami lagi berada di rumah mereka. Spontan kak Rini kaget karena sebelumnya ayahku ga ngasih kabar dulu kalo mau pulkam. Mendengar itu kak Rini langsung bilang kalo dia akan pulang ke rumah hari itu juga. Kebetulan kami tadi nyampe di rumah bibiku pukul 6 pagi jadi masih bisa ketemu sama kak Rini pada hari itu juga.
Tak sabar aku untuk segera bertermu dengan kak Rini. Sambil menunggu kedatangannya aku segera mandi dan bersih-bersih dulu supaya kelihatan segar dan tampan. Selesai mandi aku ketiduran sekitar hampir jam 2 siang tiba-tiba ada yang membangunkanku,
“Sek..dek bangun donk udah siang makan dulu yuks kamu ga kangen apa sama kakak?”
Kaget setangah mati aku dibuatnya, ternyata yang membangunkanku adalah kak Rini, spontan aku langsung bangun sambil mengusap-usap mukaku yang sembab.

Rini : “Cuci muka dulu sana” kata kak Rini.
Aku : “Iya kak…kapan kakak datang?” kataku.
Rini : “Udah sekitar satu jam yang lalu” jawabnya.
Sesudah cuci muka aku kembali ke tempat tidur dan berbincang dengan kak Rini
Aku : “Emang kuliahnya ga libur ya kak?”
Rini : “Libur sih dek, tapi kakak masih ada kegiatan. Berhubung kakak tau kamu sama paman datang jadi kakak bela-belain pulag deh”
Aku : “Itu baru baru kakakku, jadi aku kan ada yang nemenin main disini…hehehhe…”
Rini : “Dasar kamu, main terus yang dipikirkan…ya udah yuk kita turun makan bersama”
Aku dan kak Rini turun menuju meja makan.
Aku : “Yang lain pada kemana kak, kog sepi?”
Rini : “Oh mereka lagi pada pergi jalan-jalan, kakak disuruh di rumah untuk nemenin kamu…ya udah kita makan yuk kakak udah laper nih”
Aku : “Selesai makan kita ngapain kak, masak mau tidur lagi bosen donk”
Rini : “Gimana kalo kita main video game aja”
Aku : “Wah setuju banget kalo gitu”
Kupercepat makanku, selesai makan langsung aku pergi ke depan Tv lalu membuka video game.
Aku : “Kak, aku main dulu yahh”
Rini : “Iya dek, kakak cuci piring dulu ya, kamu bisa nyalain video game nya kan?”
Aku : “Iya kak bisa”
Saat aku mau nyalakan Tv tiba-tiba listrike mati. Sial umpatku dalam hati.
Aku : “Kak mati listrik ya?”
Rini : “Ga tau dek, biar kakak cek dulu”
Kak Rini pun langsung melihat meteran listrik ternyata benar listriknya mati.
Rini : “Iya dek mati listriknya…yeaaah kamu ga jadi ngegame donk”
Aku : “Payah”
Rini : “Ya udah sabar aja mungkin bentar lagi nyala”

Aku pun lantas kembali ke lantai atas untuk tidur lagi dengan muka kecewa. Kemudian kak Rini menghampiriku. Dia membujukku agar aku mau menemaninya ngobrol. Aku yang sudah terlanjur kecewa memilih untuk tidur. Tak lama kemudian bibi dan orangtuaku datang dari jalan-jalan. Akupun langsung turun menemui mereka.
Singkat cerita hari sudah menjelang malam kami semua bersiap untuk makan malam. Kak Rini dipanggil disuruh untuk menyiapkan makanannya. Seturunnya kak Rini dari lantai atas dia melirikku seakan ada sesuatu yang ingin dia sampaikan. Selesai makan kami ngobrol di ruang tamu, lalu ayahku menyuruh kak Rini untuk mengajariku bahasa inggris karena kak Rini sangat pandai bahasa inggris.

Awalnya aku menolaknya karena bosanlah belajar terus pikirku. Tapi mengingat ada sesuatu yang kayaknya akan disampaikan kak Rini ke aku akhirnya aku bersedia. Kami belajar di kamar kak Rini, kami belajar tanpa ada obrolan yang lain apalagi kak Rini tidak menunjukan akan berbicara sesuatu padaku. Kog kak Rini jadi aneh ya sama aku kataku dalam hati, tapi ah bodo amat pikirku.

Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 8 malam, aku meminta kak Rini untuk menyudahi belajarnya.
Aku : “Belajarnya udahan ya kak, aku mau ngegame nih tadi siang kan mati lampu lagian besuk aku juga udah ke rumah nenek ga bisa ngegame lagi.

Rini : “Ya udah sana kakak juga mau mandi dulu”
Aku : “Makasih kak” sambil berlalu menuju ruang keluarga.
Saking asyiknya ngegame ternyata sudah jam 11 malam, yang lain udah pada tidur sementara aku masih asyik sama video gameku. Lagi asyik-asyiknya main tiba-tiba kak Rini keluar dari kamarnya dia berjalan menuju dapar. Kusempatin untuk melirik kak Rini yang hanya pake daster pendek. Terlihat sangat seksi sekali. Kak Rini memasak mie instan kelihatannya dia kelaparan. tapi aku pura-pura tek mempedulikannya.
Selang beberapa menit kak Rini datang menghampiriku sambil membawa 2 mangkok mie instan yang dibuatnya tadi dan percakapan pun dimulai,
Rini : “Nih dek, kakak buatin mie pasti kamu laper kan dari tadi ngegame aja”
Aku : “Makasih kak”
Rini : “Kamu kog belum ngantuk sih dek”
Aku : “Iya kak kan tadi siang aku tidur terus jadi jam segini ya belum ngantuk”
Rini : “Tapi ingat waktu juga donk”
Aku : “Terus kakak sendiri kog belum tidur juga?”
Rini : “Hehehe sebenernya kakak habis liat film yang begituan”
Aku : “Film porno maksudnya?”
Rini : “Iya”

Aku pun terdiam sambil makan mie instan. Kebetulan saat itu kak Rini duduk dikursi sedang aku duduk lesehan. Duduk kak Rini agak ngangkang jadi tampak jelas di depan mataku isi selakangannya. Paha putih mulus dan ditumbuhi bulu-bulu halus, sampai mentok aku melihat yang membuatku penasaran. Nampak olehku kak Rini memakai CD berwarna hitam.
Pikiraku jadi kemana-mana membayangkan film porno yang pernah aku liat. Entah setan mana yang merasuki pikiranku.
Dan kemudian kak Rini menyadari kalo aku melirik kearah selakangnya lalu dia merapatkan duduknya.

Rini : “Makannya udah, sini mangkuknya biar kakak cuci sekalian”
Aku : “Su…sudah kak” (jawabku gagap karena malu ketahuan mengintip isi selakangannya)
Lalu aku mematikan video gamenya dan langsung menuju ruang tamu. Aku berniat untuk tidur di ruang tamu yang sepi sambil membayangkan isi selakangannya kak Rini. Tapi kemudian kak Rini menghampiriku.
Rini : “Kog tidur disini dek?”
Aku : “Iya kak disini adem”
Rini : “Oya kakak mau nunjukin kamu sesuatu tunggu sebentar ya”
(Aku jadi penasaran) tak lama kemudian kak Rini kembali ke ruang tamu.
Rini : “Ni dek coba kamu liat.
Aku : “Kog ditunjukin sama aku kak” (kak Rini menunjukan foto gambar orang berpasangan sedang ciuman mesra)
Rini : “Kamu udah pernah ciuman belum? oya kamu udah punya pacar?”
Aku : “pacar sih punya kak tapi belum pernah ciuman, ga berani takut digampar…hahaha…emang kakak udah pernah?”
Rini : “Udah tapi udah lama banget waktu itu sama pacarku tapi sekarang kakak lagi jomblo 5 bulan dek jadi ga pernah ciuman lagi”
Aku : “Emang pacaran harus ciuman ya kak?”
Rini : “Ga harus sih tapi cwe itu seneng kalo cium sama pacarnya”
Aku : “Masak sih kak, jadi aku harus nyium cweku gitu?”
Rini : “Iya donk biar dia seneng, tapi kamu udah tau caranya belum?”
Aku : “Belum kak, kan belum pernah”
Rini : “Mau kakak ajarin?”
Aku : “Ga ah masa sih diajarin sama kakak sendiri ga enaklah entar kalo ketahuan ortu bisa gawat”
Rini : “Halah kamu sok jual mahal dek padahal kakak tau kalo kamu pengen banget lagian tadi kamu ngintipin paha kakak kan?”
Aku : “Hehhe…iya maaf kak”
Rini : “Udah gapapa, gimana nih mau ga kakak ajarin”
Aku : “Iya deh”

Kak Rini langsung mendekatkan wajahnya dan menciumi bibirku. Perlahan-lahan dia membuka sedikit bibirnya membiarkan mulutku masuk ke dalam mulutnya lalu dia menjulurkan lidahnya memainkan lidahku. Spontan kupegang kepala kak Rini lalu kulumat habis mulut dan lidahnya sehingga mulut kami saling berpaut. Cukup lama kita berciuman, kak Rini memelukku membiarkan dadanya tersentuh tubuhku.

Kemudian kubaringkan tubuh kak Rini di sofa, aku mulai meremas kedua toketnya ternyata kak Rini membiarkan toketnya kuremas-remas. Aksiku kulanjutkan dengan menarik keatas dasternya dan melepaskan BHnya. Baru kali ini aku melihat langsung toket dan puting biasanya aku hanya melihat di layar kaca. Kudengar nafas kak Rini sudah mulai tak beraturan, lalu aku memberanikan diri untuk menghisap putingnya secara bergantian. Nafas kak Rini pun semakijn tak beraturan. Kucoba melumat kemabli bibirnya, sambil kuraba memeknya yang ternyata sudah sangat basah. Ditariknya kembali tanganku, lalu menyodorkan kembali putingnya untuk kuhisap.

Rini : “Aaaahhh..pelan-pelan dek…”
Kak Rini mendesah sambil tanganya meraba kontolku yang sudah menegang dari luar celana. Menyadari aku udah ngaceng kemudian kak Rini mengajakku untuk ke kamar mandi. Sesampainya di dalam kamar mandi kak Rini langsung melucuti semua pakaianku, kemudian kak Rini berjongkok dan menjilati batang kontolku. Dilumatnya dan disedot-sedot kontolku dengan ganasnya. Mendapat perlakuan seperti itu aku hanya bisa mendesah mikmat.
Setelah selesai bermain dengan kontolku kemudian kak Rini berdiri membelakangiku dia mengambil posisi nungging.
Rini : “Ayo dek sodok memek kakak dari belakang”
Pinta kak Rini dengan wajah penuh nafsu. Aku yang juga udah ga tahan langsung saja mengarahkan kontolku ke lubang memeknya dari belakang. “Bleeesss…” seluruh batang kontolku tertelan di dalam lubang memek kak Rini.
Rini : “Aahhhh…sodok yang kenceng dek nikmat sekali dek kontolmu…aahhh…”
Tanpa menunggu diperintah lagi kemudian sodokanku semakin kupercepat, kak Rini mendesah tak beraturan.
Rini : “Ooohhh…ayo terus dek kakak mau keluaaarrr….”
Aku : “Tahan sebentar kak, kita keluar bareng yaaa…aahhh… keluarin dimana kak…”
Rini : “Diluar aja dek keluarin di mulut kakak aja….”

Sesaat kemudian tubuh kami mengejang dan bergetar. Kutarik keluar kontolku sedangkan kak Rini langsung berjongkok di depanku. Mengulum kepala kontolku sambil mengcocok batang kontolku…”Crooot…crooot…crooott” seluruh spermaku menyembur keluar di mulut dan di muka kak Rini, sebagian ada yang dia telan. Kak Rini membersihkan sisa spermaku dengan lidahnya.

Aku lalu memakai pakaianku kembali sedangkan kak Rini berjalan telanjang ke sofa untuk mengambil dan memakai pakaiannya. Kak Rini langsung menuju ke kamarnya sedang aku tidur di sofa sampai pagi.
Akhir cerita paginya aku dan ortuku pergi ke rumah nenek. Kak Rini pun kembali berangkat ke kampusnya.